SOLUSI TERBAIK

The Best and Excellent Solution

Titip Pak Jokowi di DKI

jokowi

jokowi

*Surat untuk Muji

Muji, piyé kabarmu? Semoga kamu sekeluarga selalu sehat, tanpa kurang suatu apa. Soal kesehatan, aku yakin kamu pasti sehat. Masih sering badminton dengan Paklik dan tetangga-tetangganya di Ciputat, kan?

Ji… Katanya kamu pindah kerjaan di Tebet, ya? Gimana suasana di sana? Lebih enak dibanding Pejompongan atau sebaliknya? Piyé suasana kampanye di Jakarta? Kira-kira, Pak Jokowi menang nggak, ya? Mbok tulung, teman, tetangga dan kenalanmu dikasih tahu, supaya ikut menyumbangkan suaranya untuk Pak Jokowi.

Kalau tetangga, teman, kenalan atau ada orang yang bertanya tentang Pak Jokowi, ceritakan saja apa adanya. Jangan mengurangi, jangan pula menambahi. Bahwa dulu Pak Jokowi sukses menata kota, karena dia mau mengajak para pedagang kakilima bareng-bareng memikirkan nasib diri dan keluarganya. Pak Jokowi hanya menjadi lantaran semata, hanya alat Tuhan untuk sebuah perbaikan. Pak Jokowi bukan orang hebat. Dia sama seperti kita, masih suka wedangan, atau jajan lesehan walaupun jabatannya sebagai Walikota Solo. Kadang-kadang, ia juga pingin seperti kita, bisa jalan-jalan ke mana saja, tanpa sopir dan ajudan yang mendampinginya.

Mas Didik, pedagang akik, pernah cerita, kalau dia menjumpai Pak Jokowi naik Honda Astrea, memboncengkan istri dan anaknya. Waktu itu, kebetulan hari libur, dan dia ingin makan soto kesukaannya. Katanya, ketika memarkir sepeda motornya dan membuka helm, tukang parkirnya kaget. Pemilik warung soto, yang tempat berdagangnya hanya dengan tenda seadanya di bawah pohon waru juga, kaget ketika salah satu orang yang jajan adalah walikotanya.

Beritahu saja apa adanya, jangan ditambahi, biar kamu tidak dikira tim suksesnya. Kabarkan kepada tetangga, kenalan, atau siapa saja, bahwa Pak Jokowi sering memindahkan orang dari bantaran Bengawan Solo. Yang dipindahkan pun sukarela, sebab diajak berembuk mengenai lokasi barunya, di kawasan Mojosongo. Pemerintah menyediakan bantuan kepindahan dan ongkos pembangunan rumah sederhana.

Memang tak banyak orang. Hanya belasan keluarga. Tapi, dalam keluarga itu ada anggotanya, termasuk anak-anak. Kepada para kepala keluarga, Pak Jokowi mengajak berembuk, dan ngobrolnya santai seperti ketika kita ngobrol bareng Sola, Danang atau Tjahjono. Santai, tapi serius.

Para kepala keluarga diminta merancang sendiri desain rumah dan penataan ruangnya. Kata Pak Jokowi, pemerintah tidak ingin mendikte bahwa rumah di atas tanah tak seberapa luas itu dibangun seragam, termasuk letak ruang keluarga, kamar tidur, dapur dan kamar mandinya. Setiap keluarga, pasti ingin punya ruangan yang ideal. Anak lelaki dan perempuan, apalagi jika sudah remaja atau dewasa, pasti butuh kamar sendiri. Oleh sebab itu, Pak Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada mereka.

Intinya, pemerintah hanya memfasilitasi yang terbaik untuk warganya, termasuk memberikan kredit ringan pembangunan rumah. Ia meminta masing-masing membentuk kelompok sendiri, bisa tujuh atau sepuluh kepala keluarga dalam satu kelompok. Para anggota kelompok itulah yang akan saling mengingatkan jika ada yang lupa atau terlambat membayar cicilan.

Mereka senang, pemerintah pun tenang. Tak perlu repot mengawasi atau memarahi jika ada yang menunggak cicilan, cukup menanyakan kepada penanggung jawabnya saja, untuk memantau perkembangannya. Pak Jokowi itu orang yang tidak mau masuk terlalu dalam ke wilayah pribadi, sebab setiap orang/keluarga, pasti punya problem yang berbeda-beda.

Apalagi jika diingat, Pak Jokowi itu juga wong cilik, dulunya. Ia pernah merasakan kepedihan keluarganya, ketika rumah mereka digusur dari bantaran kali, tanpa pesangon, pada tahun 1970an. Dia tak mau warga miskin menderita seperti yang dirasakannya. Makanya, ia mengeluarkan kartu sehat dan kartu pendidikan bagi warga miskin. Kesehatan dan pendidikan adalah hak setiap warga negara, yang harus diperhatikan oleh negara. Sebagai Walikota Solo, dia menggunakan kekuasaanya mengatur keuangan daerah, untuk keperluan memenuhi hak setiap warga negara itu.

Makin miskin, pelayanan yang diberikan pemerintahnya kian banyak. Seperti dalam pendidikan, orang termiskin diberi kartu platinum, sehingga semua kebutuhan pokok untuk pendidikannya dipenuhi oleh pemerintah, sehingga diberikan seragam, sepatu, buku dan alat tulis, hingga pembebasan biaya pendidikan. Bagi Pak Jokowi, orang kaya bisa memilih jenis pendidikan karena punya biaya.

Begitu pula soal berobat atau pemenuhan hak atas kesehatan. Maka, orang miskin pun diberi kartu masing-masing orang dalam satu keluarga. Kartunya bisa dipakai di Puskesmas dan rumah sakit, dari sakit perut hingga operasi, tanpa perlu membawa surat keterangan miskin dari RT, RW hingga Kelurahan. Orang sakit perlu pertolongan cepat, sementara kerepotan mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang memakan waktu, bisa-bisa meminta nyawa si penderita.

Pak Jokowi tahu, pada dasarnya, watak orang Indonesia itu malu dianggap, apalagi disuruh mengaku miskin. Karena itu, ia tak mau orang kesusahan dibuat makin susah ketika harus menghadap Pak Lurah atau Bu Lurah, hanya untuk mengatakan dirinya miskin.

Muji yang baik, katakan kepada siapa saja: Pak Jokowi tidak sedang memperbaiki nasib dengan nyalon jadi Gubernur DKI. Dia pernah miskin, sebab pernah jadi pekerja rendahan di pabrik mebel pamannya, hingga ia mampu punya perusahaan sendiri. Ia sudah merasa kaya dari usahanya, sehingga tak merasa perlu mengambil gaji bulanannya sebagai walikota. Toh, semua keperluan hidup sekeluarganya ditanggung oleh negara. Pak Jokowi juga sudah punya gaji sendiri, yang jauh lebih gede dari gaji walikota. Sebagai komisaris perusahaan, ia sudah mendapat gaji bulanan.

Asal tahu saja, perusahaan ekspor mebelnya punya beberapa workshop/gudang. Beberapa malah sudah dijualnya di periode pertama jabatannya. Ia tidak lebih kaya ketika menjadi walikota. Biarkan orang menyimpulkan sendiri, apa itu artinya.

Kalau ada temanmu yang membawa-bawa nama Prabowo, diamkan saja. Itu bukan urusan kita, bahkan urusan Pak Jokowi. Ke Jakarta, ia hanya menjalankan amanah partainya. Karena di Solo bisa sukses, ia ‘dipromosikan’ partainya mengulang suksesnya di Jakarta. Keputusan koalisi PDI Perjuangan dengan Partai Gerindra, itu urusan orang-orang petinggi partai, bukan kemauan atau pilihan Pak Jokowi.

Ada orang yang lantaran takut kalah bersaing, lantas seenaknya membuat fitnah, atau menjelek-jelekkan pak Jokowi. Biarkan saja. Kelak, mereka akan kelelahan sendiri. Kalau memang Pak Jokowi buruk, tak mungkin dia bisa memiliki kemenangan hingga 90 persen pemilih di Solo. Padahal, dia diusung PDI Perjuangan, sementara Partai Demokrat yang punya banyak kursi di DPRD memiliki calonnya sendiri. PKS pun punya fraksi sendiri di DPRD Solo. Tapi, kenapa suara Pak Jokowi bisa memiliki dukungan sedemikian besar dari semua pemilih partai selain PDIP?

Aku yakin, soal memilih calon kepala daerah, orang sekarang tak lagi tergantung suara partainya. Mereka punya hitung-hitungannya sendiri, bisa mengukur seseorang dengan kemantaban dan referensinya sendiri. Coba perhatikan, siapa yang memfitnah Pak Jokowi sebagai orang Kristen dan antek Yahudi? Mereka adalah orang-orang yang mengaku lebih suci, bahkan merasa diri lebih tahu dari Tuhan yang katanya mereka sembah dan taati perintahNya. Aneh, bukan?

Begitulah, politik. Kamu kan juga mengenal nama Heru, Margiono, Gunawan dan banyak lagi. Mereka pinter, cerdas, hebat dan lebih berbudaya. Tapi apa yang terjadi dengan ucapan-ucapan mereka? Dulu, mereka mengaku segan dan kagum pada prestasi Pak Jokowi, tapi kini lebih banyak mencaci, mencibir, dan menghalangi kemenangan Pak Jokowi di DKI lantaran mereka punya calo sendiri, yang dianggapnya lebih baik. Yang begitu memang sah dalam politik. Tapi yang tak pantas dilakukan mereka adalah, melampiaskan kebenciannya kepada Prabowo kepada Pak Jokowi, padahal sudah jelas, Gerindra dan PDI Perjuangan-lah yang memutuskan berkoalisi. Kenapa mereka hanya memojokkan Pak Jokowi? Anggap saja mereka tak bernyali, atau kuatir calonnya tak jadi Gubernur DKI. Begitulah mereka.

Kalau boleh memilih, Pak Jokowi, Faisal Basri, Fauzi Bowo, Alex Noerdin, Hidayat Nurwahid dan Hendarji, pasti ingin yang paling sempurna. Tanyakan kembali, apakah semua keinginan ideal bisa diwujudkan sendiri, tanpa dipengaruhi orang lain atau faktor-faktor selain dirinya?

Muji, jangan ragu mengatakan kepada teman, sahabat, atau siapa saja untuk memilih Pak Jokowi. Dia seorang haji, dia rendah hati, mau mendengar orang lain daripada banyak bicara kepada orang lain. Suruh orang mencari tahu, dari mana saja, pernahkah Pak Jokowi berpidato panjang, apalagi berjam-jam seperti kebanyakan pejabat yang hanya mau semua kalimat dan perintahnya didengarkan?

Jika terlambat atau sebuah acara ada banyak sambutan, Pak Jokowi memilih tak memberikan sambutan atau pidato. Itu karena dia tahu, siapa saja, apalagi rakyat, sudah bosan mendengar pidato-pidato pejabat yang pasti isinya serba baik semata. Ada paparan data dan angka, padahal itu hanya demi menarik simpati orang, seolah-olah seseorang yang berpidato menguasai masalah. Padahal, kebanyakan naskah pidato disusun oleh tim ahli, ajudan atau staf khusus lainnya.

Muji, aku titip Pak Jokowi di DKI, ya…..

Solo, 6 Juli 2012

-Kancamu-

Sumber : http://politik.kompasiana.com/2012/07/06/titip-pak-jokowi-di-dki/

Add a comment

Keep It Simple

Worth to read… sebuah article dari teman saya Susan Castly…

Dalam kehidupan sehari-hari, kita hendaknya mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yangterjadi. Tetapi, saat menghadapi suatu masalah seringkali kita terkecoh, sehingga walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam dua kasus di bawah ini :
1. Kasus kotak sabun yang kosong terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun
yang kosong. Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan
masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman.
Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi
tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak
berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan.

Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada
kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu decade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat
Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?
Mereka menggunakan pensil !

3. Suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di
pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu.
Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut . Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift.
Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar kedua meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, pakar ketiga hanya menyarankan satu hal, bahwa
inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu.
Pakar tadi hanya menyarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, supaya para pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan ‘menunggu ‘ dan merasa ‘tidak menunggu lift ‘.
It works !

Smiley :
Filosofi KISS ( Keep It Simple Stupid ), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.
Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.
Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa. Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya

Add a comment

Catatan Harian UCLA

Catatan Harian di UCLA

(Ditulis waktu Kuliah di UCLA: Desember 2007)

Berawal dari keterlambatan saya masuk kuliah. Saya mulai join kelas di UCLA tanggal 8 Oktober, padahal sebenarnya kuliah sudah dimulai dari 2 minggu yang lalu. Pertama kali waktu saya masuk, saya sudah ketinggalan kuliah dan masa orientasi kampus, makanya saya sering nyasar di UCLA, dan tidak tahu bagaimana memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti fotocopy, scan gambar, meminjam laptop di.perpustakaan. Pertama kali masuk kelas, saya agak kaget karena saya sulit menangkap isi kuliahnya, bahasa Inggris mereka cepat sekali. Seringkali saya harus benar2 memasang telinga kalau mereka bicara, apalagi saat mereka berbicara dengan cepat. Akan tetapi setelah 2 bulan ini, saya sudah mulai terbiasa dan dapat menangkap dengan cepat isi pembicaraan orang2 di LA. Continue Reading…

5 comments

SINGLE FOREVER

Baik atau buruknya suatu hub tergantung dari siapa saja yang terlibat dari hubungan itu. Banyak orang yang tidak mengerti tentang relationship. Hubungan dalam arti hubungan antar teman, pacaran atupun hub pernikahan.

Continue Reading…

152 comments

SOLUSI TERBAIK › Tools — WordPress

SOLUSI TERBAIK › Tools — WordPress.

http://www.youtube.com/watch?v=Gz0THWw_B9s

Add a comment

Kesibukan yang Tidak Berguna

Seorang peneliti pernah melakukan penelitian terhadap sejenis ulat yang suka bergerombol saat berjalan. Peneliti ini dengan sengaja membentuk 7-8 ulat tersebut membentuk seperti kereta berjalan. Di ujung barisan belakang ulat diletakkan makanan kesukaan ulat tersebut, yaitu sehelai daun segar. Ulat di barisan pertama segera mengejar  daun yang terletak di barisan belakang. Akan tetapi pada saat ulat tersebut berjalan, ulat di belakang juga ikut berjalan, sehingga ulat di depan tidak pernah menyentuh daun tersebut. Berhari-hari ulat-ulat tersebut berputar-putar mengejar daun tersebut, dan akhirnya mereka mati. Ulat-ulat tersebut untuk sudah melakukan aktivitas kerja keras, tapi tidak efektik sehingga kerja keras mereka menjadi sia-sia.

Dalam dunia metropolitan saat ini, semua orang terdorong menjadi sibuk dan menyibukan dirinya dengan banyak hal. Akan tetapi sebenarnya mereka tidak pergi ke mana-mana. Tragedi terbesar dalam hidup bukanlah kematian, melainkan hidup tanpa tujuan. Banyak orang telah menjadi SANGAT SIBUK Tetapi kesibukan tersebut sangatlah tidak efektif. Hanya menjadi sibuk tidak berati bahwa Anda sedang melakukan sesuatu yang BERHARGA untuk dilakukan.

Waktu Anda tahu APA yang seharusnya Anda lakukan dan MELAKUKANNYA, itulah yang menjadikan Anda EFEKTIF.

Tragedi terbesar dalam hidup ini jika kita membuang waktu dan energi pada kesibukan yang tidak terfokus karena sumber daya yang sudah digunakan tidak akan pernah dapat diperoleh kembali. Kita harus belajar BAGAIMANA MENJALANI HIDUP SECARA EFEKTIF TANPA MENJADI SIBUK.

Langkah pertama dan yang terutama adalah menemukan APA YANG ANDA CARI. Memang sulit menemukan sesuatu jika ANDA TIDAK TAHU APA YANG SEDANG ANDA CARI. Jika Anda tidak mengetahui ke mana Anda sedang pergi, Jalan apapun dapat membawa Anda ke sana.

Kita haru mengetahui dengan jelas APA YANG HARUS KITA LAKUKAN. Setiap hari, kita bangun dan melakukan aktivitas, tetapi APAKAH KITA SEDANG MELAKUKAN APA YANG SEHARUSNYA KITA LAKUKAN?

Langkah kedua adalah menemukan Prioritas yang tepat. Dengan mempunyai Prioritas yang tepat, kitakan mengerti bukan saja APA YANG SEHARUSNYA ANDA LAKUKAN, melainkan juga APA YANG TIDAK SEHARUSNYA ANDA LAKUKAN.  Dengan prioritas yang tepat, ANDA melindungi diri ANDA dari pemborosan waktu, energi, bakat, karunia, dan hidup ANDA. Orang tanpa prioritas, akan menggunakan waktu mereka dengan melakukan hal-hal yang tidak perlu, dan berkonsentrasi pada hal-hal yang tidak penting.

Jadi, putuskan hari ini Ke MANA Anda mau melangkah, setelah itu tetapkan prioritas, dan berkomitmenlah berjalan ke sana. Ingat bahwa “We can do anything, but we can’t do everything.” Kita akan mampu mengerjakan semua hal, tetapi kita tidak akan mampu mengerjakan semua hal sekaligus. Kita harus memilih dengan tepat, dan tidak bisa tidak, kita harus memilih mungkin hanya beberapa fokus untuk dapat mencapai tujuan tersebut.

Value your self and then you will value your time.

Source : Applying the Kingdom, Myles Munroe

Ditulis ulang dan dimodifikasi oleh Veli Sungono@Jan 2010

Ilustration : Click here \”Time More Precious than Money\” Illustration

Add a comment